Categories
My Blog

Fakta Di Balik Senjata Nuklir Tragedi Chernobyl

Chernobyl yang dimana merupakan sebuah bencana terburuk yang pernah ada dalam sejarah. Bencana ini sendiri adalah bencana yang disebabkan oleh ulah manusia, akibat dari kesombongan, teknologi berbahaya dan juga akibat politik internasional. Dimana kerusakan dan bencana tersebut disebabkan oleh senjata Nuklir yang dibuat oleh manusia. Sekarang ini dimana sudah lebih dari 30 tahun berlalu, akhirnya kisah ini digambarkan kembali dalam sebuah misteri HBO, Chernobyl. Mengingatkan kembali tentang sebuah kengerian dari Perang Dingin dan juga energi nuklir.

Namun sudah bertahun-tahun bencana tersebut berlaku, dimana kita juga yang hingga saat ini sebenarnya tidak bisa memahami tentang judi bola online apa yang sebenarnya terjadi, dan kita yang hanya menjadi seorang penonton saja misterinya tentang strategi tersebut. Seperti yang sudah dikutip dari sumber terpercaya, maka dalam artikel ini akan dibahas beberapa fakta menarik dan sekumpulan kebenaran tentang Chernobyl yang disana mungkin saja belum terungkapkan. Agar tentunya kita yang bisa memutuskan sendiri apa yang sebenarnya terjadi dan juga tentang berita yang beredar hanyalah sebuah propaganda Uni Soviet yang dibuat dari tahun 1986. Dimana bencana ini sendiri merenggut banyak korban jiwa dan tentu saja mengakibatkan sebuah kerugian. 

1. Terjadi karena kesalahan manusia

Dilansir dari Al Jazeera, yang dimana pada tanggal 26 April 1986, pekerja di pabrik nuklir sedang menguji sebuah reaktor nomor 4 karena sistem pendingin yang sedang bekerja di bawah dayanya pada saat itu terbatas. Tapi mereka yang mematikan sistem pengaturan daya dan juga mematikan sistem yang ada secara otomatis, sehingga semua tanda peringatan keselamatan dan juga gangguan anti-ledakan lainnya pada saat itu tidak terdeteksi ketika sistem seluruhnya mati.

Selama pemeriksaan, terjadilah sebuah kesalahan seperti halnya adanya sebuah lonjakan listrik yang menyebabkan pelet bahan bakar yang ada di dalam reaktor meledak, yang dimna hal ini lah yang pada akhirnya menyebabkan sebuah ledakan yang cukup besar hingga kemudian meledakkan atap dari reaktor. Saat udara yang dimana bercampur dengan sebuah gas karbon monoksida yang berada di dalam reaktor, sistem mengalami sebuah kebakaran selama sembilan hari. Yang juga dimana hal ini mengakibatkan bahan radioaktif yang keluar dari reaktor dan kemudian memasuki atmosfer. Akibat peristiwa tersebut, dimana juga banyak pekerja yang meninggal.

2. Dampak bagi lingkungan dan hewan sekitar

Kita mungkin sekarang ini bertanya-tanya mengenai alam dan juga tentang perairan di sekitar Chernobyl yang tentu saja semuanya terkena dampak dari radiasi nuklir tersebut. Memang, secara resmi wilayah itu disebut sebagai sebuah “the exclusion zone”. National Geographic sendiri yang dimana mengatakan ada beberapa kekhawatiran kalau paparan radiasi nuklir yang bisa menyebabkan makhluk hidup atau juga hewan yang mengalami sebuah mutasi yang bisa diturunkan dari generasi ke generasi.

Jenis mutasi yang terlihat pada hewan yang  dimana ada dan juga tinggal di dekat Chernobyl bukan kaliber yang sama seperti yang biasanya digambarkan dalam fiksi seperti ikan bermata tiga atau serigala yang kemudian memancarkan laser dari matanya. Hewan yang “bermutasi” tersebut yang dimana mungkin memiliki sebuah kelainan perkembangan, tetapi dimana dalam hal ini setiap mutasi besar tidak akan diturunkan ke generasi berikutnya karena hewan yang biasanya bermutasi parah biasanya pasti tidak akan bertahan hidup lama untuk dapat bereproduksi. Jadi hal-hal yang tidak masuk akal seperti yang ada dan sering diceritakan dalam film-film itu hanyalah sebuah fiksi semata.

3. Hewan yang terdampak radiasi

Menurut New York Times, diketahui beberapa burung yang hidup di sana yang kemudian mengalami cacat fisik seperti memiliki sebuah paruh yang tidak normal dan juga memiliki otak yang jauh lebih kecil. Disisi lain, banyak dari mereka yang dimana memiliki produksi antioksidan, yang membantu mencegah sebuah kerusakan genetik.

Pohon-pohon yang ada di zona eksklusi tumbuh lebih lambat dan juga biasanya hanya sedikit serangga seperti halnya sebuah populasi kupu-kupu, lebah, dan juga belalang yang semakin berkurang. Begitu juga dengan sebuah populasi laba-laba. Hewan seperti babi hutan ditemukan dengan jumlah kadar radiasi yang berbahaya dalam tubuh mereka.

4. Sebagian orang yang terpapar radiasi tidak memiliki efek kesehatan

Kecelakaan yang terjadi di Chernobyl tersebut yang dimana kesehatan ini sendiri mengakibatkan seratus tiga puluh empat orang yang kemudian mengalami radiasi yang sangat berbahaya dan kemudian menderita sindrom radiasi akut, 28 atau juga 29 dari mereka yang meninggal dalam beberapa bulan kemudian. Dan 19 lainnya yang dimana meninggal ketika bertahun-tahun kemudian, walaupun beberapa dari penyebab kematian tersebut yang dimana tidak ada hubungannya dengan paparan radiasi. Dikutip dari Slate, para ahli yang ada pada tahun 1986 yang dimana mereka memperkirakan hingga 40.000 kematian terjadi di akibatkan kanker.

Ada sebuah peningkatan dramatis yang disebabkan oleh kanker tiroid di antara orang-orang yang sudah terpapar radiasi. Ketika masih anak-anak, dan kemudian terjadinya peningkatan leukemia serta juga munculnya sebuah katarak pada para pekerja Chernobyl. Tapi selain itu, Komite Ilmiah PBB yang dimana mengungkapkan tentang Efek Radiasi Atom menyatakan tidak adanya sebuah peningkatan pada kanker di antara orang-orang yang terpapar radiasi yang ada di Chernobyl.

5. Chernobyl satu dari dua bencana nuklir INES 7

Tingkat keparahan dari sebuah kecelakaan nuklir diukur berdasarkan dengan International Nuclear Event Scale atau juga yang disebut dengan INES. Three Mile Island adalah INES 5 yang merupakan sebuah kecelakaan dengan sebuah konsekuensi yang lebih luas. Pada tahun 1979, sebagian reaktor No. 2 yang mengakibatkan pabrik meleleh, dan sekitar 2 juta orang yang pada saat itu didiagnosa terkena radiasi.

Namun hanya Chernobyl dan juga tragedi Fukushima yang masuk ke peringkat 7 (peringkat INES tertinggi untuk sebuah kecelakaan nuklir.) Peringkat 7 adalah logaritmik, yang dimana dalam peringkat ini sendiri berarti bahwa angka 7 kira-kira itu adalah angka 100 kali lebih buruk daripada peringkat 5. Chernobyl yang dimana pada saat itu melepaskan 100 kali lebih banyak radiasi daripada bom atom yang pada saat itu dijatuhkan di Nagasaki dan juga Hiroshima.

6. Beberapa orang tidak mau dievakuasi dari Chernobyl

Sebagian orang yang dimana berada di dalam sebuah zona berbahaya dari Chernobyl yang dimana sebagian menolak ketika dievakuasi. Dimana menurut PRI yaitu sekitar 1000 orang yang dimana sebagian besar wanita tua, pindah kembali ke dalam zona eksklusi tak lama setelah diri mereka yang sudah dievakuasi, dan sekitar 100 dari mereka yang masih ada di sana setelah 30 tahun bencana tersebut berlalu. 

Itulah beberapa fakta tentang Nuklir Chernobyl, dimana nuklir ini sendiri adalah sebuah nuklir yang meledak dan bocor akibat dari ulah manusia. Senjata nuklir tentu saja harus mendapatkan sebuah penanganan yang sangat serius tentunya jika mengalami kebocoran akan sangat berbahaya atas efek radiasi yang ditimbulkan. Semoga dengan adanya informasi ini dapat menambah wawasan anda tentang Chernobyl. Terimakasih.

Categories
Senjata

Inilah Daftar Senjata Nuklir Terbesar Dalam Sejarah

Tsar Bomba merupakan senjata termonuklir terbesar dan terkuat yang pernah diciptakan.
(Source: www.pexels.com)

Senjata nuklir merupakan sebuah alat peledak dengan kekuatan destruktif yang berasal dari reaksi nuklir. Maka dari itu, sekecil apapun bentuk dan kekuatan senjatanya, hasilnya tetap akan mematikan. Akan tetapi, ternyata ada beberapa senjata nuklir terbesar yang pernah dibuat oleh manusia. Senjata apa saja itu?

Tsar Bomba

Senjata buatan Uni Soviet ini pertama kali diledakkan pada tanggal 30 Oktober 1961 di pulau Novaya Zemlya. Meski diberi kode nama “Tsar Bomba”, tetapi sebenarnya senjata nuklir satu ini memiliki setidaknya sebelas nama lain yaitu Project 7000, Izdeliye 202, Izdeliye V, RDS-220, RDS-202, RN202, AN602, Vanya, Big Ivan, Kuzkina Mat, dan Kuzma’s Mother.

Senjata ini tidak hanya diciptakan sebagai alat propoganda politik dan sebuah respon terhadap Amerika Serikat, tetapi Tsar Bomba juga diciptakan sebagai bagian dari konsep kekuatan nuklir strategis USSR yang dibuat di bawah kekuasaan Georgy Malenkov dan Nikita Khrushchev. Tsar Bomba merupakan senjata termonuklir terbesar dan terkuat yang pernah diciptakan. Bom hidrogen ini diledakkan dengan cara dijatuhkan melalui udara oleh peledak bom Tu-95 dengan menggunakan parasut penghambat agar bom tidak langsung jatuh. Ledakan terjadi sekitar 4 km di atas tanah dan menghasilkan hasil 50Mt. Hal tersebut diyakini setara dengan daya ledak 3.800 bom Hiroshima yang diledakkan secara bersamaan. Selanjutnya, berbeda dengan senjata termonuklir lainnya, bom ini memiliki tiga tahap sebelum benar-benar meledak. Yang mana hal tersebut membuat kekuatan ledakan semakin meningkat.

B41

Bom yang memiliki nama lain Mk-41 ini memiliki hasil 25Mt dan merupakan senjata termonuklir kekuatan milik Amerika Serikat. Terkait bom ini, sekitar 500 bom diproduksi pada tahun 1960 hingga tahun 1962. Selanjutnya, bom digunakan hingga tahun 1976.

Pengembangan Mk-41 yang dilakukan di tahun 1955 sebenarnya untuk memenuhi kebutuhan angkatan udara Amerika akan senjata termonuklir kelas B yang memiliki berat sebesar 10 ribu pon. Untuk prototipe sendiri, uji coba terhadap senjata nuklir ini dilakukan selama fase pertama Operation Hardtack pada tahun 1958. Sama seperti Tsar Bomba, Mk-41 juga memiliki tiga tahapan yang harus dilewati sebelum benar-benar meledak dengan kekuatan penuh.

TX-21 “Shrimp”

Selain senjata nuklir Mk-41, Amerika Serikat juga memiliki bom termonuklir lain bernama TX-21 “Shrimp” yang diledakkan pada tanggal 1 Maret 1954 di Bikini Atoll, pulau Marshall. Ledakan TX-21 “Shrimp menghasilkan kekuatan ledakan sebanyak 14.8Mt.

Meskipun bom ini menempati urutan ketiga, tetapi ternyata TX-21 “Shrimp” merupakan varian bom skala kecil dari senjata termonuklir lain bernama TX-17 yang pertama kali diuji coba pada tahun 1954. Bom tersebut menggunakan bahan bakar fusi lithium deuteride. Kemudian, bahan bakar untuk bom hidrogen dua tahap ini memiliki sekitar 37 persen hingga 40 persen lithium-6 yang di dalam tamper uranium alami yang tertutup.

Kembali ke senjata termonuklir TX-21, bom tersebut meledak 7 kaki di atas permukaan yang menyebabkan ada kejatuhan radioaktif yang tersebar lebih dari 11 ribu kilometer. Bahkan, ledakan tersebut mengakibatkan tersebarnya zat radioaktif di beberapa bagian di Asia, Australia, Amerika, dan Eropa.

MK 24/B-24

Merupakan salah satu dari beberapa bom termonuklir terkuat buatan Amerika Serikat, MK 24 didesain berdasarkan alat uji Yankee. Yankee merupakan salah satu dari enam peledak dalam seri uji coba ledakan nuklir Castle. Bom ini diproduksi dalam beberapa konfigurasi yang berbeda dengan kekuatan ledakan bermacam-macam, mulai dari 10Mt hingga 15Mt. Selain itu, MK 24 memiliki tampilan yang sama dengan bom termonuklir Mk-17.

Amerika Serikat memproduksi setidaknya 105 buah MK 24 pada tahun 1954 hingga tahun 1955. Meski begitu, masa pemakaian bom ini langsung selesai di tahun 1956.